Kamis, 17 Februari 2011

Pesantren Diserang di Pasuruan




BukaBerita (Nasional) ~ Yayasan Albayyinat Indonesia menyayangkan terjadinya penyerangan terhadap Pondok Pesantren Alma’hadul Islam Yayasan Pesantren Islam (YAPI) Kenep, Beji, Pasuruan, Jawa Timur.

Ada dua versi asal-mula terjadinya penyerangan. Pertama, penyerangan dilakukan sekelompok orang yang sejak lama menyimpan sakit hati kepada pondok pesantren beraliran Syi'ah tersebut. Yang kedua, sejumlah kiai dan habib di Bangil menuding insiden ini diawali pelemparan batu dari dalam Pondok YAPI terhadap konvoi jemaah yang tengah melintas pulang usai menghadiri acara Maulid Nabi.

"Mana yang benar, kepolisian yang harus menyelidiki. Yang penting kejadian tersebut cepat teratasi dan selanjutnya harus cepat diredam," kata Habib Achmad Zein Alkaf, Ketua Bidang Organisasi Yayasan Albayyinat Indonesia, Kamis, 17 Februari 2011.

Ketua A’wan Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, yang juga Anggota Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur itu menjelaskan selama ini memang kerap terjadi keributan antara umat Islam pada umumnya di Bangil dengan golongan Syi'ah. Penyebabnya bermacam-ragam, mulai dari penguasaan masjid sampai materi pengajian.

"Kami rasa pihak kepolisian dengan segala keterbatasannya sudah berusaha meredam perseteruan tersebut," kata Achmad Zein.

Achmad mengimbau umat Islam untuk dapat menyikapi dan menyelesaikan kemelut ini dengan kepala dingin. "Dan para pejabat hendaknya tidak mengeluarkan pernyataan yang isinya justru dapat memanaskan situasi. Marilah situasi yang panas ini kita redam dengan kata-kata yang menyejukkan," katanya.

Kemarin, Ketua Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Hasan Daliel mendatangi Markas Besar Kepolisian RI. Ia menyerahkan 24 dokumen terkait penyerangan pesantren di Pasuruan itu. Menurut Hasan, sudah tujuh kali pesantren mereka diserang oleh kelompok yang sama. "Kami ingin tanyakan, kalau kekerasan sudah terjadi tujuh kali dan provokatornya tidak ditangkap, apa dia kebal hukum?" kata Hasan.

Baca Juga:

Rabu, 16 Februari 2011

Katrina Kaif want have kids before 33


Bollywood’s Queen bee Katrina Kaif aka `Sheila’ wants to settle down and have kids by the time she is 33. In the latest issue of a popular men’s magazine, the hottie flaunts her curves on the cover page and opens up about her personal life as she speaks about her nomadic childhood amongst other saucy details.

The actress, who is often quizzed about her marriage plans, stated that she doesn’t know if she would get married in the next two years. However, she is pretty sure about the time she wants to have kids.

“I think by the time I`m around 33, I should be having kids. But you can`t plan it. I do want to get married, but do I want to have a child grow up without a father? No. I think you need more security” said the pretty actress in her interview.

Born in Hong Kong, Katrina left with her British mother Suzanne Turquotte, a veteran NGO activist, when she was two or three, spending time in France and Japan and then Hawaii by the age of 11, before arriving in London at 13.

"I have a lot of feelings of being lost and shy and isolated. I felt alien. It makes you feel unsettled in your mind. You crave somewhere to settle," she added.

The stunning lass, who has lost oodles of weight and is looking fitter than before, says that working in films is a tricky business.

Well here’s hoping Kat finds her soul-mate much before she hits 30.

Selasa, 15 Februari 2011

Beckham Tuntut Seorang Pelacur




Irma Nici dan David Beckham
BukaBerita (Infotaiment) ~ David Beckham gagal dalam usahanya menuntut majalah 'In Touch' yang telah memuat berita 'transaksi' sang super star dengan seorang wanita penghibur, Irma Nici.

Pengadilan di Los Angeles, AS, hari Senin, 14 Januari 2011, menolak untuk meneruskan tuntutan £15 juta (RP215,6 miliar) yang diajukan Beckham. Pengadilan menilai kasus ini tak cukup kuat.

Pada sebuah artikel yang dimuat In Touch tahun lalu, Irma Nici mengaku ia dan seorang perempuan lainnya pernah berkencan dengan Beckham pada tahun 2007 di sebuah hotel di New York.

Beckham kemudian mengaku kalau ia saat itu berada di tempat lain. Namun tim pengacara Beckham gagal membuktikan kalau penerbit In Touch tahu kalau cerita Irma adalah bohong.

Salah seorang pengacara yang mendampingi Beckham, Richard Kendall, setelah tahu tuntutan ditolak berkilah kalau In Touch juga tak mampu membuktikan kalau artikelnya itu benar.

"Setiap orang yang cerdas tahu kalau cerita itu tidak benar. Kami akan terus memperjuangkan tuntutan kami di pengadilan. Kami banding," kata sang pengacara.

Beckham sendiri tidak mau berkomentar saat dihampiri wartawan-wartawan usai makan malam dengan istrinya, Victoria. Mereka terlihat mesra meninggalkan sebuah restoran di New York pada malam Valentine.

Bulan September lalu Irma Nici mengeluarkan pengakuan pernah dibayar US$10.000 untuk 'menemani' Beckham. Kepada majalah In Touch, Irma berkisah bahwa dia pernah terlibat threesome dengan pesepakbola asal Inggris tersebut tanpa menggunakan pengaman.

Beckham tentu membantah cerita sang perempuan. Beckham menegaskan Irma Nici telah menciptakan kebohongan. (The Sun).

Baca Juga:

Gattuso Nyaris Berkelahi Dengan Pemain Tottenham




Gattuso Nyaris Berkelahi
BukaBerita (Sport) ~ AC Milan secara mengejutkan tumbang 0-1 dari Tottenham Hotspur di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Selasa 15 Februari 2011 (Rabu dini hari WIB). Milan yang lebih diunggulkan kecolongan di menit 80 lewat gol Peter Crouch.

Crouch bekerjasama dengan Aaron Lenon dengan leluasa memanfaatkan ruang kosong di lini belakang Milan. Umpan Lennon dari sisi kanan langsung dieksekusi Crouch ke sisi kiri jala Milan. Publik San Siro pun tertunduk lesu.

Tak berapa lama setelah pertandingan, media-media massa memuji aksi Crouch yang menjadi pahlawan malam itu."Crouch mengagetkan Rossoneri (julukan Milan)," demikian kutipan dari Sport Illustrated.

Hampir sama dengan Talksport yang menyebut,"Peter sempurna di San Siro." Fanhouse UK juga menyebut momen itu dengan ungkapan,"Crouch memberi Spurs keuntungan krusial."

Nasib sebaliknya dialami oleh gelandang Milan, Gennaro Gattuso. Sepanjang pertandingan pemain berjuluk Si Badak ini tak bisa mengendalikan emosinya. Dia bersitegang dengan asisten pelatih Spurs, Joe Jordan. Pertikaian itu bahkan berujung dengan Gattuso mendorong Jordan dengan cengkramannya.

Tak lupa Gattuso juga nyaris baku hantam dengan Crouch. Pemain asal Italia itu juga beberapa kali memprotes keputusan wasit. Protes yang cukup konyol dilakukannya saat mengganjal Lennon di menit 76. Seperti anak kecil yang kesal dimarahi orang tuanya, Gattuso membanting tangan ke lapangan hingga dihadiahi kartu kuning.

Puncak kelakukan Gatusso terjadi di akhir pertandingan. Dengan bertelanjang dada, Gattuso bersitegang dengan pemain dan staf Spurs dan nyaris menimbulkan perkelahian massal.

"Setelah pertandingan berakhir, Si Badak jadi lebih gila lagi," demikian kutipan dari The Offside.

Baca Juga:

FPI Serukan Menggulingkan SBY




BukaBerita (Nasional) ~ Front Pembela Islam (FPI) kembali mengancam menggulingkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ancaman itu disuarakan langsung oleh Ketua Umum FPI, Habib Rizieq Shihab, pada saat ceramah acara Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW, Senin malam, 14 Februari 2011.

Sebelumnya, ancaman serupa sempat dilontarkan oleh Ketua Bidang Advokasi FPI Munarman. Dia menyatakan akan 'mem-Ben Ali-kan' SBY.  Ben Ali adalah Presiden Tunisia yang digulingkan oleh massa rakyat.

Rizieq memprotes instruksi presiden kepada aparat penegak hukum untuk tidak segan-segan membubarkan organisasi kemasyarakatan yang kerap melakukan aksi anarkis, dan terbukti melanggar hukum. Pernyataan itu dilontarkan Presiden pada peringatan Hari Pers Nasional, 9 Februari 2011 lalu.

"Andaikata ada ormas Islam yang dibubarkan SBY dengan cara-cara keji, dengan cara biadab, dengan cara curang, dengan cara kejam, maka saya akan ajak umat Islam di manapun berada: kita gulingkan SBY," ujar Rizieq.


Rizieq juga mengatakan jika SBY menilai mereka yang menyerukan revolusi sama dengan makar, maka menurut dia dulu SBY juga berbuat makar terhadap pemerintahan Gus Dur. "SBY saat Gus Dur presiden, mengundurkan diri sebagai menteri, dan bergabung untuk menggulingkan Gus Dur. Berarti SBY melakukan makar," ujar Rizieq.

Pernyataan Rizieq itu ditanggapi datar oleh Partai Demokrat, partai pendukung SBY.  Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum mengatakan, mungkin sebagai ancaman itu hal serius. “Tapi bagi saya bukan serius secara politik”, ujar Anas, usai menghadiri Dies Natalis ke-64 Himpunan Mahasiswa Islam, di Menara Bidakara, Selasa malam, 15 Februari 2011.

Anas menegaskan dalam tata negara ada aturan yang harus dipenuhi. "Gulingkan presiden bagaimana caranya itu?", dia balik bertanya.  Salah satu aturan demokrasi yang harus dipenuhi, kata Anas, adalah sirkulasi kepemimpinan secara berkala melalui mekanisme pemilihan umum.

Itu sebabnya, Anas yakin, keinginan penggulingan Presiden itu tak disambut baik oleh rakyat. Dia menilai saat ini tak ada urgensinya menurunkan presiden, terlebih seruan dari FPI. "Tidak ada setrumnya itu," ujarnya datar.

Apakah seruan itu bisa digolongkan sebagai makar? Pakar hukum pidana Universitas Indonesia, Rudy Satriyo mengatakan, seruan FPI itu masih jauh dari definisi makar. "Itu hanya statemen, tidak sampai. Penggulingan kekuasaan harus ada senjata, massa. Masih jauh," ujar dia seperti yang dikutip BukaBerita.com dari VIVA news.com, Selasa 15 Februari 2011 malam.

Apa yang diucapkan FPI, baik Rizieq maupun Munarman, juga belum bisa diperkarakan. "Karena hal itu belum menimbulkan suatu akibat."

Rudy Satriyo menyarankan pemerintah berdialog, dengan memanggil FPI soal ancaman itu. "Panggil saja FPI. Yang juga perlu dicermati adalah, apa penyebab FPI mengeluarkan statemen itu, jangan hanya akibatnya saja," tambah Rudy.

Ketua DPD FPI Jakarta, Habib Salim Umar Alatas punya pandangan lain soal seruan penggulingan SBY oleh Habib Rizieq itu. Dia mengatakan apa yang diserukan Rizieq dan Munarman bukan berarti FPI ingin makar. "Bukannya makar, itu hanya memberikan teguran bagi pemerintah," kata dia saat dihubungi , Selasa 15 Februari 2011 malam.

Pernyataan Rizieq, dia menambahkan, terkait instruksi Presiden kepada aparat penegak hukum untuk tak segan-segan membubarkan organisasi kemasyarakatan yang kerap melakukan aksi anarkis, dan terbukti melanggar hukum.

Kata Salim, FPI akan membela ormas Islam manapun yang dibubarkan pemerintah. FPI juga tak mau dikait-kaitkan dengan dua insiden kekerasan terkait keyakinan di Pandeglang dan Temanggung. "Kapolri saja bilang ormas tak terlibat," kata dia.

Sikap FPI, tambah Salim, akan berbalik jika pemerintah membubarkan Ahmadiyah. "Kalau Ahmadiyah dibubarkan tak mungkin akan menggulingkan presiden," kata dia. "Kalau presiden keluarkan Kepres Ahmadiyah, FPI akan bela SBY jika ada yang ingin menggulingkan."

Sebelumnya, pernyataan FPI itu sempat ditanggapi oleh Presiden SBY. Dalam wawancara dengan stasiun televisi SCTV beberapa hari lalu, Presiden menegaskan, "Tidak semudah itu lantas Indonesia pasti akan menjadi Mesir. Termasuk yang mengancam saya, 'awas Indonesia kita Mesirkan!' Jangan ancam-mengancam lah. Kondisinya berbeda," ujar Presiden SBY. 
Baca Juga:

Tottenham Bungkam Milan di San Siro




Milan vs Tontenham
BukaBerita (Sport) ~ Tottenham Hotspur sukses mencuri tiga poin di kandang AC Milan pada laga leg pertama 16 besar Liga Champions. Menghadapi tuan rumah, Spurs menang tipis 1-0, Selasa, 15 Februari 2011.

Gol kemenangan Spurs tercipta di menit 80. Serangan balik pasukan Harry Redknapp berbuah manis.

Dari daerah permainan sendiri, Aaron Lennon menggiring bola dengan sangat cepat menembus pertahanan Milan yang longgar. Ia kemudian mengecoh Mario Yepes dan kemudian mengirimkan umpan kepada Peter Crouch.

Crouch berdiri bebas tanpa pengawalan. Tanpa ampun ia melepaskan tendangan yang tak bisa dihalau kiper Milan Marco Amelia.

Kunci kemenangan Spurs di pertandingan yang digelar di Giuseppe Meazza adalah mental bertanding mereka. Michael Dawson main dengan sangat tenang. Ketenangan mereka sempat memancing emosi para pemain tuan rumah yang menilai sang tamu sering membuang-buang waktu.

Kapten Milan Gennaro Gattuso kembali memperlihatkan kalau ia kesulitan mengontrol emosinya. Satu kartu kuning ia dapatkan karena melanggar Lennon. Gattuso akan absen di leg kedua di London.

Milan yang pada pertandingan ini mengoleksi tiga kartu kuning (Flamini, Yepes, Gattuso) punya beberapa peluang emas. Yang paling krusial adalah ketika di injury time babak kedua Zlatan Ibrahimovic sempat menggetarkan gawang Spurs lewat sebuah tendangan salto.
Namun wasit jeli melihat Ibra lebih dulu mendorong Dawson sebelum menendang bola. Gol Ibra dianulir.
Susunan pemain:
Milan:
Abbiati (Amelia 19); Abate, Nesta, Yepes, Antonini; Gattuso, Silva, Flamini; Robinho, Seedorf (Seedorf 46), Ibrahimovic

Tottenham: Gomes; Corluka (Woodgate 59), Gallas, Dawson, Assou-Ekotto; Lennon, Palacios, Sandro, Pienaar (Krancjar 77); van der Vaart (Modric 62); Crouch

Baca Juga:

Senin, 14 Februari 2011

Ahmadiyah, darah dan Ibadah




Ahmadiyah
BukaBerita (Nasional) ~ Bunyi surat itu memelas. "Berilah kami tempat, Bapak Wali Kota, di mana saja di wilayah kota Mataram ini,”  tulis seorang jemaah Ahmadiyah di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Kalimat selanjutnya, ditulis setengah putus asa. “Di pinggiran yang dianggap angker banyak setan sekali pun,” tulis si pengikut itu. Jeritan itu dikutip oleh Djohan Effendi, seorang pemikir Muslim yang prihatin akan nasib pengikut Ahmadiyah. "Menjadi pengungsi di negeri sendiri," tulis Djohan.

Mereka adalah kaum terusir. Di Lombok, pada 2004, misalnya, para pengikut ajaran Mirza Ghulam Ahmad itu membeli tanah di Dusun Ketapang, Desa Gegerung, Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Saat itu, ada 36 kepala keluarga, atau 138 jiwa sempat menetap di Lingsar.

Baru setahun menetap, kelompok ini diserang warga setempat pada Oktober 2005. Ahmadiyah, kata warga, membawa ajaran sesat.  Mereka mencoba bertahan. Tapi lima bulan kemudian serangan kembali datang. Pada 4 Februari 2006, mereka tersingkir lagi.

Karena tak punya tempat, pemerintah NTB lalu mengungsikan mereka ke Asrama Transito, di Majeluk Kota Mataram. “Di sini kami memang lebih aman,” ujar Basirun Ajiz, penasehat Jemaah Ahmadiyah Lombok.
Hidup di penampungan juga sulit. Kebutuhan mereka sempat ditopang sembako bantuan Pemda sampai 2007. Setelah itu, agar tetap hidup, mereka kerja serabutan. Dari menjadi kuli kasar, mengasong, sampai tukang ojek.

Beberapa bulan silam, ujar Basirun, mereka kembali ke Lingsar. Tapi hanya sempat menginjakkan kaki sebentar. Pada 26 November 2010, warga datang dengan beringas. Sekitar 21 rumah pengikut Ahmadiyah dirusak massa.  Akhirnya mereka kembali ke Asrama Transito Kota Mataram.

Itu sebabnya, surat terbuka seperti dikutip Djohan Effendi itu, terdengar lirih. “Berilah kami tempat, Bapak Wali Kota, di mana saja di wilayah kota Mataram ini, ... di pekuburan-pekuburan, yang penting kami dapat keluar dari penampungan. Hidup normal, menghirup udara kebebasan dan kemerdekaan”.

Berdarah
Tak hanya di Lombok, Jemaat Ahmadiyah juga ditolak di Sulawesi Selatan. Sekretariat mereka di Jalan Anuang, Kecamatan Mamajang, Makassar, didatangi seratusan anggota Front Pembela Islam (FPI) Sulawesi Selatan, pada 28 dan 29 Januari 2011.

Akibatnya, pada 29 Januari, puluhan anggota Jemaat Ahmadiyah terpaksa diungsikan ke kantor Polrestabes Makassar. Tapi, setelah evakuasi, sekretariat mereka dirusak dan diobrak-abrik. Pintunya dijebol, dan dokumen disita. Papan nama hijau di depan bangunan dirobohkan.

Atas nama Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, massa FPI dipimpin Habib Reza menuntut Ahmadiyah bubar. Ajaran itu, dianggap melenceng dari Islam. FPI juga menuding Ahmadiyah melanggar SKB itu.
Yang dimaksud FPI adalah surat keputusan Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, dan Jaksa Agung pada 9 Juni 2008. Intinya, memerintahkan kepada penganut Ahmadiyah menghentikan kegiatan yang bertentangan dengan Islam. Tapi, keputusan itu memancing tafsir yang lentur.

FPI, misalnya, memandang semua kegiatan Ahmadiyah tergolong dakwah. “Harusnya mereka berhenti. Jika tidak, mereka telah menyebarkan ajaran kafir,” teriak Habib Reza, di tengah massa FPI Sulawesi Selatan yang beraksi hari itu.

Di barat Nusantara, nasib Ahmadiyah lebih buruk. Misalkan, ada masjid Ahmadiyah yang dibakar di Ciampea, Bogor. Lalu ada teror pembakaran panti asuhan di Tasikmalaya, bentrokan di Kuningan, hingga penyerbuan masjid di Jakarta.

Setara Institute mencatat, pada kurun 2008-2010, ada 276 kali aksi kekerasan atas Ahmadiyah. Terbanyak pada 2008, 193 kasus, atau 73 persen total kekerasan atas kaum minoritas di tahun itu. Pada 2009 dan 2010, Ahmadiyah diganyang  sebanyak 33 dan 50 kali.

Puncak tragedi berdarah terjadi pada Ahad, 6 Februari 2011. Tiga orang tewas dalam penyerbuan rumah mubalig Ahmadiyah, Suparman, di Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, Banten.
Koordinator Badan Pekerja Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar menuturkan kronologi penyerbuan brutal itu.

Pada Sabtu 5 Februari, pukul 09.00, Kepolisian Resor Pandeglang menangkap Suparman, istri Suparman, dan Tatep (ketua Pemuda Ahmadiyah). Polisi membawa mereka ke kantor Polres Padeglang. Alasannya, ingin memeriksa status imigrasi istri Suparman yang warga negara Filipina.

Mendengar informasi penahanan ini, pemuda Ahmadiyah dari Jakarta dan Serang datang ke Cikeusik mengamankan anggota Jemaah Ahmadiyah yang kebanyakan ibu-ibu dan anak-anak. Semua jemaah, sekitar 25 orang itu telah berkumpul di rumah Suparman.

Rombongan dari Jakarta dan Serang tiba pukul 08.00 WIB, Ahad 6 Februari. Jumlahnya 18 orang, ditambah tiga warga Cikeusik. Mereka lalu berjaga-jaga di rumah Suparman, takut ada serangan massa.

Mendengar akan ada serangan, satu regu polisi dari Reserse Kriminal datang ke lokasi. Mereka sarapan, dan berdialog bersama Jemaat. Polisi minta mereka segera meninggalkan lokasi.

Tapi, permintaan itu ditolak. Polisi lalu meninggalkan lokasi. Sejak saat itu tidak ada dialog lagi antara Jemaah Ahmadiyah dan kepolisian. Warga Ahmadiyah tetap berkumpul di rumah Suparman.

Pukul 10.00, ratusan orang menyerbu rumah Suparman. Mereka berteriak-teriak sambil mengacungkan golok. Terjadilah bentrokan itu.  Total penyerang mencapai 1.500 orang. Akibat serbuan itu, tiga warga Ahmadiyah tewas mengenaskan. Mereka adalah Roni, 30, warga Jakarta Utara; Mulyadi, 30, warga Cikeusik; dan Tarno, 25, warga Cikeusik.

Ibadah
Peristiwa di Cikeusik berdampak ke seluruh Jemaat Ahmadiyah. Kata juru bicara Jemaat Ahmadiyah Sulsel, Mukhtiar, kecemasan menghantui pengikut mereka. Padahal, “Dalam Islam, perbedaan adalah rahmah, meski itu beda penafsiran,” ujarnya.

Di Yogyakarta, tak jauh beda. Sering kali, saat mereka beribadah diintai orang tak dikenal. "Mungkin intel atau siapa, kami tak tahu," kata juru bicara Jemaat Ahmadiyah Yogyakarta Munawar Ahmad.
Dia beserta puluhan anggota jemaah itu pernah tegang setelah sekompok massa mendatangi masjid mereka. Untungnya, tak sampai terjadi keributan. "Melihat atributnya, mereka FPI," katanya. "Mereka minta dialog, kami turuti, sehingga tak sampai timbul kekerasan."

Jemaah Ahmadiyah Yogyakarta cukup aktif. Mereka menggelar pengajian besar dua kali setiap bulan. Dakwah juga dilakukan melalui pendidikan nonformal. Tapi dakwah itu terbatas pada anggota mereka saja.
Bagi Jemaah Ahmadiyah Bogor, yang tempatnya di Desa Cisalada, Kecamatan Ciampea itu pernah diserbu massa, kecemasan terasa pekat. Tapi, karena soal keyakinan, mereka tetap beribadah. Kata Khairul Khalam, Jemaah Ahmadiyah Bogor, "Keyakinan kami terhadap Imam Mahdi tak akan pudar."

Tafsir
Penafsiran memicu perbedaan. Ahmadiyah menafsirkan setelah Nabi Muhammad wafat akan muncul pembaru, dialah Mirza Ghulam Ahmad, nabi yang tak membawa syariat baru.

Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Kerukunan Antarumat Beragama Slamet Effendi Yusuf mengatakan penafsiran Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi tak bisa diterima sebagian besar umat Islam--mulai Islam radikal sampai moderat, kata Slamet, semua tak sependapat dengan akidah Ahmadiyah itu. "Hampir semua menganggap Ahmadiyah sesat," kata dia kepada BukaBerita.com.

Juru bicara Front Pembela Islam Munarman mengatakan keyakinan itu sama saja menodai Islam. Dia mengatakan, tak hanya kepercayaan atas nabi terakhir, beberapa keyakinan Ahmadiyah juga dinilai sesat. Misalnya, kata Muhammad di dalam Alquran tak ditafsirkan sebagai Muhammad, melainkan Mirza Ghulam Ahmad. "Dia juga memiliki kitab tambahan, Tazkirah," ujar Munarman.

Tapi, tudingan itu ditolak Ahmadiyah. Ketua Jemaat Ahmadiyah Indonesia Yogyakarta, Ahmad Saifudin Muttaqi, mengatakan mereka tak pernah menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi. "Syahadat kami tetap,” ujarnya menirukan syahadat di rukun Islam.

Adapun soal kitab Tazkirah, kata Saifudin, bukanlah kitab suci. Kitab itu hanya semacam kumpulan pengalaman rohani Mirza Ghulam Ahmad. Pegangan dan pedoman hidup Ahmadiyah tetaplah Alquran.

Soal kontroversi Ahmadiyah ini, intelektual Muslim Azyumardi Azra, menekankan pentingnya ulama dan tokoh masyarakat mendidik masyarakat. Azyumardi meminta masyarakat tak alergi atas keberadaan warga Ahmadiyah. "Jangan cepat marah. Perkuat saja keimanan kita sendiri," ujar Azyumardi kepada BukaBerita.com. "Kementerian Agama perlu memberikan pendidikan yang lebih intensif kepada umat Islam supaya keimanannya tidak goyah."

Dia juga menyarankan pemerintah memperkuat toleransi kerukunan umat beragama. Guru Besar Sejarah UIN Syarif Hidayatullah ini percaya, Ahmadiyah tak merusak agama Islam. Keberadaan Ahmadiyah tak bakal mengurangi keimanan seseorang. "Keimanan saya tetap saja meskipun ada orang-orang Ahmadiyah," katanya.

Sang Mahdi
Ahmadiyah didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908) pada 1889 di satu desa kecil yang bernama Qadian, Punjab, India. Mirza Ghulam Ahmad bergelar sebagai Mujaddid, al-Masih, dan al-Mahdi.

Seperti dikutip dari laman Ahmadiyah.or.id, setelah Mirza Ghulam Ahmad meninggal, Ahmadiyah dipimpin Shadr Anjuman Ahmadiyah. Setelah Anjuman meninggal, Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad naik tahta. 

Bashiruddin tak lain adalah anak Mirza Ghulam Ahmad. Pada masa kepemimpinan inilah Ahmadiyah pecah.
Bashiruddin berpendapat bahwa al-Masih al-Mau’ud itu betul-betul nabi. Semua orang Islam yang tidak berbaiat kepadanya, hukumnya kafir, dan keluar dari Islam. Menurut Bashiruddin, Nabi Muhammad  bukanlah nabi terakhir.

Jemaah yang menentang Bashiruddin, lalu keluar, dan membentuk Ahmadiyah Anjuman Isya’ati atau dikenal dengan Ahmadiyah Lahore, karena berpusat di Lahore, Pakistan. Ahmadiyah Lahore tetap bersikukuh Mirza hanyalah pembaru Islam di abad itu.

Para pengikut Bashiruddin, dikenal sebagai Jemaat Ahmadiyah atau Ahmadiyah Qadian. Di Indonesia, Ahmadiyah Qadian disebut juga Jemaat Ahmadiyah Indonesia. Pusatnya di Parung, Bogor.

Sementara Ahmadiyah Lahore, bermarkas di Yogyakarta, dengan nama Gerakan Ahmadiyah Indonesia. Munarman, juru bicara FPI, target perlawanan organisasinya adalah Jemaat Ahmadiyah Indonesia. "Bukan Gerakan Ahmadiyah," ujarnya.

Dalam buku 75 Tahun Jamaat Ahmadiyah Indonesia, aliran ini masuk ke Indonesia dibawa tiga pemuda asal Sumatera Barat. Mereka adalah Abubakar Ayyub, Ahmad Nuruddin, dan Zaini Dahlan. (Lihat infografik Tragedi Ahmadiyah)

Awalnya mereka ingin belajar ke Mesir. Tapi guru mereka menyarankan ke India. Di India mereka bertemu komunitas Ahmadiyah Lahore. Lalu mereka juga melawat ke pusat Ahmadiyah di Qadian. Di Qadian lah mereka bertemu Bashiruddin, dan ketiganya pun dibaiat.

Pada Agustus 1925, para pelajar ini pulang, dan mendirikan Ahmadiyah di Sumatera Barat. Pada 1926, Jemaat Ahmadiyah resmi berdiri sebagai organisasi. Mereka diakui sebagai organisasi berbadan hukum oleh Menteri Kehakiman RI di tahun 1953.

(Laporan: Rahmat Zeena, Makassar; Erick Tanjung, Yogyakarta; Ayatullah Humaeni, Bogor; dan Edy Gustan, Lombok | np.

LinkWithin