Tampilkan postingan dengan label Hot News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hot News. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Februari 2011

Seberapa Besar Pungutan Pajak Film Impor?




BukaBerita (hot news) ~ Asosiasi produsen film Amerika Serikat, MPAA, menghentikan peredaran film Hollywood ke Indonesia mulai Kamis, 17 Februari. Keputusan itu diambil sebagai protes pengenaan pajak atas royalti dan bagi hasil dari film yang diedarkan di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, nilainya pun cukup banyak, 20 persen.

Pengenaan pajak atas royalti dan bagi hasil ini dikukuhkan dengan Surat Edaran dari Direktur Jenderal Pajak No. SE-3/PJ/2011 tentang Pajak Penghasilan (PPh) atas Penghasilan Berupa Royalti dan pemberlakuan Pajak Pertambahan Nilai atas Pemasukan Film Impor. Peraturan ini sebenarnya penafsiran baru atas undang-undang dan peraturan tentang pajak bea masuk yang lama.

Direktorat Jenderal Pajak, dalam keterangan resminya, menyatakan tidak ada kenaikan tarif bea masuk atas film-film impor. Bea masuk film impor tetap 10 persen, seperti sebelum peraturan ini berlaku.

Sebenarnya, selain bea masuk, film impor telah dikenakan Pajak Pertambahan Nilai sebesar 10 persen dan Pajak Penghasilan Pasal 22 sebesar 2,5 persen. Namun, pajak-pajak ini, sebagian kalangan menilai masih sangat kecil bila dibandingkan dengan pajak film lokal.

Presiden SBY sendiri telah lama berjanji akan membenahi pajak perfilman. "Saya membaca di sebuah media massa, statement dari (sutradara) Hanung Bramantyo," kata Yudhoyono saat memperingati Hari Film Nasional di Kantor Presiden, Jakarta, 23 Desember 2010 lalu. "Saya terusik kata-kata Beliau, pemerintah ini seperti membunuh perfilman sendiri."

Hanung mengeluhkan pajak yang dikenakan pada industri perfilman terlalu banyak komponennya, sehingga biaya produksi film lokal jauh lebih mahal dibandingkan film impor. "Tentu ini tidak benar. Bagaimana kita minta kembangkan industri perfilman nasional kalau pajaknya demikian," kata Presiden, melanjutkan.

Mengenai penghentian impor, sebenarnya Ditjen Bea Cukai telah memanggil MPAA dan sejumlah produser film Amerika, seperti 21th Century, Walt Disney Pictures, Time Warner, dan Sony Pictures pada 18 Februari. Dalam pertemuan itu pemerintah meminta MPAA dan produser menyampaikan keluhan secara tertulis. "Namun saat ini Dirjen belum menerima surat itu," demikian keterangan Bea Cukai.

Baca Juga:

Senin, 07 Februari 2011

Warga dan Ahmadiyah Bentrok, MUI Bentuk TPF




BukaBerita (Hukum)  ~ Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menginvestigasi bentrok di Cikeusik, Pandeglang, Banten yang menewaskan tiga orang. Untuk mendalami kasus, Cikeusik, MUI akan membentuk tim pencari fakta (TPF).

"Anggota TPF ini dari kami (MUI) dan ormas Islam," kata Ketua MUI Amidhan saat dihubungi BukaBerita.com, Senin malam 7 Februari 2011. Amidhan mengatakan TPF ini tidak beranggotakan perwakilan dari Ahmadiyah. "Mereka pasti membentuk TPF sendiri."

Melalui jejaring di daerah, dia menjelaskan, MUI sudah mengumpulkan informasi awal terkait penyebab bentrokan Minggu, 6 Februari 2011. "Ini perlu diinvestigasi karena ada indikasi provokasi," ujar dia.

Berdasarkan informasi yang diperoleh MUI, 18 jemaah Ahmadiyah yang datang dengan dua mobil diduga melakukan tindakan yang kurang menyenangkan kepada warga sekitar. "Mereka mengatakan akan mempertahankan Ahmadiyah sampai titik darah penghabisan. Padahal, ada warga yang sudah mengontak mereka untuk mendinginkan situasi," jelas Amidhan.

Sejumlah warga dan polisi pun sudah meminta agar jemaah Ahmadiyah yang ada di rumah tersebut dievakuasi. "Tapi mereka menolak," tuturnya.

Warga pun datang dengan bergelombang dan akhirnya bentrokan tidak bisa dihindarkan. "Kami ikut menyesalkan terjadinya bentrokan ini dan jatuh korban. Kami harap semua bisa menahan diri agar kejadian serupa tidak terjadi lagi," kata dia.

TPF ini, menurut dia, diharapkan mampu menyelidiki lebih dalam mengenai insiden bentrokan berdarah tersebut.





Baca Juga:

Polisi Bidik Tiga Calon Tersangka




BukaBerita (Hot News) ~ Kepolisian terus mengusut serangan terhadap jemaah Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten. Sejauh ini penyidik sudah mengamankan tiga orang.

"Tiga orang ini calon tersangka," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigjen Pol I Ketut Untung Yoga Ana, saat dihubungi, Selasa 8 Februari 2011.

Menurut Yoga, ketiga orang ini menjadi fokus dari delapan saksi yang diperiksa kepolisian. "Sampai sore kemarin, ada delapan yang diperiksa. Kemudian mengerucut pada tiga orang ini," kata dia.

Namun, Yoga tak bersedia menjelaskan identitas para calon tersangka termasuk apakah mereka warga sekitar kampung atau bukan. "Itu sudah ranah penyidik," kata dia. Seperti diberitakan sebelumnya, tiga jemaah Ahmadiyah tewas setelah rumah yang mereka jaga diserbu sekitar 1500 orang, Minggu lalu. Selain itu, enam korban lainnya terluka parah

Baca Juga:

Ahmadiyah: Diserang di RI, Dibom di Pakistan




BukaBerita (Nasional) ~ Tiga bulan setelah kedatangan Presiden AS Barack Obama, yang memuji Indonesia sebagai 'contoh toleransi dunia', tiga orang tewas mengenaskan. Karena keyakinannya.

Tiga jemaah Ahmadiyah--Mulyadi, Roni, dan Tarno--tewas setelah diserang ratusan warga. Sebuah tindakan yang dikecam seluruh umat.

Ini bukan kali pertama kekerasan ditujukan kepada jemaah Ahmadiyah. Sabtu, 29 Januari 2011, sejumlah warga Ahmadiyah di Makassar juga terpaksa dievakuasi karena diserbu massa.
Di Lombok, mereka bahkan harus tinggal di Asrama Transito karena kampung mereka dirusak akhir Desember 2010. Di daerah itu juga, pada 2001, jemaah Ahmadiyah, Papuk Hasan (60) meregang nyawa dihakimi massa. "Pembunuhnya belum diadili," kata mubalig Ahmadiyah wilayah NTB dan NTT, Nasiruddin Ahmadi, Senin 7 Februari 2011.

Kekerasan terhadap jemaah Ahmadiyah tidak hanya terjadi di Indonesia. Juga di Pakistan, di mana aliran ini lahir.

Pada 28 Mei 2010, lebih dari 98 orang tewas saat sekelompok pria bersenjata  menyerang dua masjid Ahmadiyah di Kota Lahore. Pelaku menembakkan peluru ke atas dan melontarkan granat di tengah salat Jumat. The Associated Press melaporkan, serangan ini yang  terbesar dan paling terencana terhadap Ahmadiyah.

Ada sekitar empat juta pemeluk Ahmadiyah di negara itu. Pakistan adalah satu-satunya negara yang secara resmi menyatakan pemeluk Ahmadiyah adalah non muslim. Keputusan itu diambil parlemen Pakistan pada 1974. Sepuluh tahun kemudian, pada 1984, secara resmi pemerintah melarang pemeluk Ahmadiyah menyebut dirinya muslim.

Konstitusi pun diamendemen. Di situ jelas tertera, definisi muslim adalah: "Orang yang percaya bahwa Nabi Muhammad adalah Rasul terakhir".

Untuk diketahui, meski menyebut diri sebagai muslim, pengikut aliran ini menyatakan pendirinya, Ghulam Mirza Ahmad sebagai nabi terakhir --sesuatu yang dianggap menyimpang dari ajaran Islam.

Sementara itu, di Bangladesh, kelompok fundamental menuntut pemeluk Ahmadiyah yang jumlahnya mencapai 100.000 orang dikategorikan sebagai 'kafir'. Ahmadiyah juga menjadi target kekerasan dan bahkan beberapa di antara pemeluknya tewas.

Seperti dimuat situs BBC, pada Januari 2004, Bangladesh melarang segala bentuk publikasi Ahmadiyah. Sebanyak 5.000 orang berbaris menuju masjid Ahmadiyah di hari pengumuman. Sempat ada isu masjid itu bakal diserbu, tapi aksi berjalan damai.

Dalam pernyataannya, Kementerian Dalam Negeri mengemukakan alasan pelarangan itu. "Ada beberapa materi yang mengundang keberatan, yang bisa menyakiti atau berpotensi menyakiti sentimen mayoritas umat Islam di Bangladesh," demikian seperti dimuat situs BBC, 9 Januari 2004.

Sementara itu, di negeri jiran, Malaysia, Ahmadiyah termasuk kelompok yang dilarang. Yang lain di antaranya adalah, Islamailiah, Shia, dan Baha'i.  Seperti dimuat situs UNHCR, pemerintah mengkategorikan kelompok-kelompok ini 'menyimpang' dan memerintahkan'rehabilitasi' ke ajaran Islam yang benar.
Pada November 2008, pemerintah memutuskan untuk memonitor sekte Qadiani--cabang gerakan Ahmadiyah. Hal yang sama juga diputuskan Brunei Darussalam.





Baca Juga:

Minggu, 30 Januari 2011

Mulan Jameela Hamil?




BukaBeritaOnline ~ Jadi, apakah benar Mulan Jameela sudah berbadan dua? Kabar tersebut pun akhirnya sampai juga ke telinga ibunda Mulan, Tyarani Savitri. Namun dengan santai Tyarani menolak  berkomentar.

Dengan mengenakan rok hitam dan baju motif bunga, Tyarani berjalan keluar dari rumah anaknya di kawasan Pondok Indah, Jakarat Selatan, Selasa (25/1/2011). Dengan ramah ia membalas sapaan dari wartawan.

Namun, wajah santai Tyarani yang berkaca mata sedikit berubah ketika wartawan mulai menanyakan perihal kabar kehamilan Mulan. Tyarani tampak kaget dengan pertanyaan itu.

"Aduh, mohon maaf, lebih baik tanya ke anaknya saja yah. Bukannya saya nggak mau jawab, saya lagi nggak enak badan. Saya nggak mau ngomong," kata Tyarani seraya mengelus dada.


Tyarani pun langsung kembali masuk ke rumah mewah Mulan yang didominasi warna hitam dengan paduan merah itu, dengan dituntun oleh seorang pembantu rumah tangga.

Baca Juga:

Sabtu, 29 Januari 2011

Perkosa 4 Teman Facebook, Seorang Pemuda Ditangkap




BukaBeritaOnline ~ Facebook kembali disalahgunakan oleh seorang penjahat. Beraksi menggunakan situs jejaring terpopuler sejagat ini, dia melakukan aksi biadab dengan memperkosa 4 gadis di bawah umur.

David Bradt, tersangka yang bermukim di New York, Amerika Serikat, menghadapi ancaman hukuman 12 tahun penjara akibat perbuatannya. Dia mencoba menggoda ratusan gadis cilik di Facebook dan akhirnya memangsa 4 korban di dunia nyata.

"Dia sengaja memakai Facebook untuk menemui anak di bawah umur. Dia lalu mencekoki mereka dengan narkoba dan meminta hubungan seks," tukas Robert Winn, polisi setempat yang menangani kasus ini.

Modus operandinya, dia pertama kali coba berteman dengan seorang gadis cilik di Facebook. Nah kemudian, dia juga meng-add teman-teman gadis ini sehingga tidak mengherankan dia dapat menggaet banyak kawan online yang masih sangat belia.

Saat penangkapannya, seperti kutipan detikINET dari Reuters, Jumat (28/1/2010), Bradt yang masih berusia 24 tahun ini diketahui memiliki sekitar 700 teman Facebook. Kebanyakan di antaranya adalah gadis di bawah umur.

Perbuatannya terungkap setelah orang tua seorang anak yang jadi teman Facebook Bradt curiga dan melapor ke polisi. Dia pun tertangkap dan terbukti memperkosa 4 gadis berumur antara 15 sampai 16 tahun. Untung saja Bradt berhasil dibekuk sebelum jatuh lebih banyak korban tak berdosa.

Baca juga:

Sabtu, 22 Januari 2011

Tujuh Siswi SMP Dilacurkan di Facebook




BukaBeritaOnline ~ Penyelidikan polisi menyimpulkan korban praktek penjualan siswi SMP melalui Facebook untuk sementara mencapai tujuh orang. Umur korban berkisar antara 13-16 tahun, semuanya siswi SMP. Mereka adalah KKS (15), AC (15), WI (13), ZV (15), CK (16), NA (16) dan ASP (15).

"Sejauh ini baru tujuh korban. Kami masih terus mengembangkan, apakah ini merupakan jaringan atau bukan," kata Kepala Satuan Reskrim Polres Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Toni Surya Saputra.

Toni menyatakan, berdasarkan pengakuan DD, tersangka, seluruh korban pernah dipasarkan melalui situs jejaring sosial Facebook, namun sebagian mendapat pelanggan dengan cara lain. 

Bisnis perdagangan anak yang dilakukan DD terhadap anak di bawah umur ini sudah berlangsung selama dua tahun.

Penangkapan DD berawal dari laporan orangtua WI, 13 tahun, salah satu siswi yang menjadi korban. Atas dasar itu, petugas membekuk DD di kediamannya di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan.

Selain menangkap DD, polisi juga memborgol seorang pria hidung belang berinisial AL yang tertangkap basah tengah berhubungan badan dengan salah satu siswi SMP itu di kamar apartemen di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Saat diperiksa, Al mengaku membayar Rp2 juta. Polisi menetapkan DD dan AL sebagai tersangka. Keduanya dijerat Undang-undang Perlindungan Anak. 

Senin, 20 Desember 2010

Foto Rahma Azhari dan Simon (Pelatih Filipina) Beredar




BukaBerita ~ Foto Rahma Azhari kembali menjadi perbincangan. Kali ini, adik dari artis Ayu Azhari itu beredar di dunia maya.  Foto yang ramai dibicarakan itu adalah foto Rahma berdampingan erat dengan pelatih kesebelasan tim nasional Filipina Simon McMenemy.

Foto itu berada di akun twitter @RaAzhari sekitar delapan jam lalu, Senin 20 Desember 2010. Dalam gambar terlihat, Rahma menggunakan busana biru muda senada dengan yang dikenakan McMenemy.

Pelatih 'The Azkals' yang mengenakan kemeja biru tua itu memeluk erat pinggul Rahma dari sisi kiri. Rahma diapit seorang pria berkepala plontos yang memegang gelas.

Ketika dikonfirmasi soal foto ini, pengacara Rahma, Secarpiandy, mengaku belum melihat foto yang beredar itu. Meski demikian, Secarpiandy meminta media tidak terlalu membesar-besarkan foto Rahma lagi.

"Tidak usah dibesar-besarkanlah. Itu kan hanya foto-foto biasa. Nanti berita soal Rahma tidak habis-habis. Kasihan juga mereka," ujar Secarpiandy saat dihubungi.

Secarpiandy sendiri saat ini masih berada di Medan. Kontak terakhir dengan Rahma sekitar satu minggu lalu. Menurut Secarpiandy, Rahma tidak memiliki hubungan khusus dengan Simon McMenemy.
"Setahu saya tidak ada hubungan khusus. Kalau soal kenal atau tidak, saya kurang paham," ujar dia.
Sementara, Rahma Azhari masih belum bisa dihubungi. Hanya saja dalam timeline di akun twitter @RaAzhari sekitar tiga jam lalu, Rahma mengatakan McMenemy hanya teman biasa.

"He's just a friend.. What a lovely person.. Glad to actually met him! Had a great time!" tulis akun twitter @RaAzhari.

Baca Juga:
sumber: vivanews

Sabtu, 18 Desember 2010

WikiLeaks: BIN Pernah Coba Santet Munir


 

BukaBerita - Pemerintah Amerika Serikat (AS) meragukan pemerintah Indonesia akan dapat menangkap dalang di balik pembunuhan aktivis HAM Munir. AS juga mengatakan bahwa Badan Intelijen Negara (BIN) beberapa kali pernah mencoba membunuh Munir, salah satunya dengan ilmu hitam.

Hal ini tertuang dalam laporan memo Kedutaan Besar AS di Jakarta yang diperoleh kantor berita The Sydney Morning Herald dari WikiLeaks. Pada laporan tersebut dikatakan bahwa diplomat AS di Jakarta mendapatkan penjelasan mengenai kasus Munir dari keterangan beberapa orang pejabat tinggi Polri.

Pada penjelasan tersebut, dikatakan bahwa pejabat tinggi BIN menjadi dalang pembunuhan Munir. Aktivis HAM ini juga bahkan pernah beberapa kali mengalami percobaan pembunuhan dengan berbagai cara.

Pada memo April 2007 yang berjudul 'Kemungkinan Keterlibatan Pejabat Tinggi' tersebut, sumber salah satu pejabat tinggi Kepolisian Indonesia mengatakan pada Kedubes AS pada Desember 2006 bahwa pejabat tinggi BIN tersangkanya.

"Pejabat polisi lainnya berharap dalang pembunuhan ini juga dapat terungkap," tulis memo tersebut dilansir dari laman The Sydney Morning Herald, Sabtu 18 Desember 2010.

Memo tersebut mengatakan bahwa seorang pengacara pembela HAM juga mengaku dia telah mendapatkan informasi dari polisi mengenai keterlibatan pejabat tinggi BIN tersebut.

"Pejabat Kepolisian memberitahukan kepada seorang pengacara HAM pada bulan Januari bahwa pejabat tinggi BIN tersebut memimpin dua pertemuan mengenai rencana pembunuhan Munir. Hal itu didasarkan atas pengakuan saksi dari BIN yang sampai sekarang takut untuk bersaksi secara formal di depan pengadilan," tulis memo tersebut.

"Pejabat polisi tersebut mengatakan bahwa waktu dan metode pembunuhan berubah dari rencana yang didiskusikan, sebelumnya Munir direncanakan akan dibunuh di kantornya," lanjut memo itu lagi.

Walau demikian, pejabat BIN tersebut tidak mendapatkan hukuman apapun atas keterlibatannya atas pembunuhan Munir yang dilakukan di dalam pesawat Garuda tujuan Belanda para 7 September 2004.

Para diplomat AS dalam memo tersebut juga meragukan keseriusan Polri dalam mengungkap kasus Munir. Memo mengatakan bahwa kemajuan yang dilakukan Polri hanya karena desakan dari masyarakat internasional. Muchdi PR yang menjadi terdakwa utama juga bebas, dia kini aktif berpolitik bersama Partai Gerindra.

Di tiga memo yang dikirimkan kedubes AS Jakarta ke Washington September tahun lalu, Muchdi disebut-sebut oleh para diplomat sebagai seorang yang berbahaya dan pendendam. “Seorang pensiunan jenderal yang kenal dekat dengannya mengatakan bahwa Muchdi adalah orang gila dengan ego yang luar biasa besar dan tanpa belas kasihan,” tulis memo tersebut.

Pada memo tersebut dikatakan bahwa seorang pejabat tinggi polisi lainnya mengatakan bahwa Muchdi adalah seorang yang tanpa segan-segan akan melanggar HAM dan sama sekali tidak merasa berdosa.
Memo kedubes AS lainnya bulan Juni 2008 mengungkapkan, berbagai usaha pembunuhan Munir yang dilakukan BIN. Hal ini didapat dari bukti-bukti Kepolisian yang memuat hasil pertemuan beberapa pejabat BIN.

"BIN telah membuat beberapa skenario pembunuhan, termasuk menggunakan penembak jitu (sniper), bom mobil, dan bahkan ilmu hitam. Beberapa usaha pembunuhan gagal sebelum Munir akhirnya tewas diracun," ujar memo tersebut.
Menanggapi tuduhan di atas, pengacara Muchdi PR, Lutfi Hakim membantah semua tuduhan yang dialamatkan kepada kliennya yang tercantum di WikiLeaks. Dia mengatakan bahwa catatan pada memo kedubes AS tidak berdasar dan tidak akan memberikan pengaruh apa-apa terhadap kasus Munir.

“Pernyataan pada kawat tersebut hanyalah judgement dan bukanlah fakta. Ini adalah sampah ala Amerika yang kasar dan tidak berdasar,” ujar Hakim saat dihubungi oleh VIVAnews, Sabtu, 18 Desember 2010.
Dia mengatakan bahwa pernyataan kedubes AS tersebut tidak bisa dijadikan bukti baru karena tidak menyertakan fakta-fakta. Dia mengatakan bahwa pernyataan tersebut baru dapat diakui kebenarannya jika disertai dengan bukti-bukti pendukung lainnya.

"Hal ini tidak bisa dijadikan bukti baru. Lain halnya jika mereka punya hasil sadapan, rekaman CCTV, maupun kesaksian saksi yang hadir dalam rapat tersebut. Maka dari itu saya katakan bahwa pernyataan itu adalah sampah,” ujarnya.
 
Baca Juga:
 sumber: vivanews

Sabtu, 30 Oktober 2010

Dewi Persik: Saya Merasa Dimanfaatkan


BukaBerita - Pedangdut Dewi Persik tidak terima dirinya dituduh tidak profesional karena mangkir syuting. Dewi yang mengaku tengah sakit, kini merasa dimanfaatkan oleh, Shanker, produser filmnya 'Arwah Goyang Kerawang'.

"Kok kayak gini. Aku merasa kecewa dengan Pak Shanker. Aku merasa dimanfaatin," ujar Depe, sapaan akrab Dewi Persik saat dihubungi melalui telepon Sabtu (30/10/2010).

Dewi pun mengungkapkan kalau ia absen syuting karena memang tengah sakit. Ia memiliki surat dokter yang memperkuat pengakuannya tersebut.

"Waktu itu aku dirawat di Singapura. Pas aku pulang aku juga masih panas-dingin dan meriang. Setiap hari ada bapakku juga," tegas Depe yang memang baru pulang dari Singapura itu.

Pemilik goyang gergaji itu menambahkan, setelah sembuh sakit, dia akan tetap menjalani syuting. Dia tidak terima jika dikatakan mangkir karena menolak menjadi pemeran pembantu bukan peran utama seperti lawan mainnya Julia Perez.

"Jangankan peran kedua, aku cuma tamu juga aku berani. Produser lebih tau siapa yang dijual dan nggak jual, ngapain aku permasalahin. Ini rejeki. Ini karena saya sakit terus saya dimanfaatin," kesalnya lagi.

Sekadar informasi, Dewi Persik dituduh mangkir syuting oleh produser film terbarunya Shanker. Seharusnya pada Jumat (29/10/2010) lalu, Depe menjalani syuting perdana 'Arwah Goyang Kerawang' bersama Julia Perez. Namun ia tidak hadir.

Sutradara film tersebut, Helfi Kardit mengungkapkan, Depe menyatakan tidak mau syuting karena ia tak menjadi pemeran utama. Helfi pun kecewa dan menuding janda Saipul Jamil itu tak profesional.

sumber: detikhot

Jumat, 29 Oktober 2010

Sri Sultan: Mbah Maridjan Mbalelo

BukaBerita - Juru kunci Gunung Merapi, Mas Penewu Surakso Hargo atau Mbah Maridjan meninggal dunia di usia 83 tahun -- saat awan panas 'wedus gembel' menerjang desanya yang asri, Kinahrejo, Selasa 26 Oktober 2010 petang.

Keputusannya tak mau meninggalkan Merapi, ia bayar dengan nyawa.

Sultan Hamengkubuwono X mengatakan pihak keraton berkali-kali meminta Mbah Maridjan turun gunung saat Merapi berstatus Awas.

"Dulu tahun 2006 saya suruh turun dia nggakmau, mbalelo, tapi malah dijadikan idola oleh media," kata Sultan di Kantor Gubernur Kepatihan, Yogyakarta, Jumat 29 Oktober 2010.

"Sekarang, Mbah Maridjan meninggal terkena awan panas Merapi dipersoalkan," tambah Sultan.

Jelang erupsi Merapi, Selasa 26 Oktober 2010, kata Sultan, Mbah Maridjan sudah dibujuk langsung oleh Wakapolda DI Yogyakarta.

Tapi, "ini mungkin cara yang diinginkan Mbah Maridjan untuk meninggal dengan melaksanakan tugas sebagai juru kunci," tutup Sultan.

Sultan tak hadir dalam pemakaman abdi dalemnya ini. Namun, ia mengirim putrinya, GKR Pembayun dan sejumlah adiknya ke pemakaman keluarga di Srumen, Glagaharjo, Cangkringan -- masih di kaki Merapi, tempat jasad MbahMaridjan dibaringkan selamanya.

Letusan Merapi 2010 mengakhiri pengabdian Mbah Maridjan. Sang kuncen ikut tewas diterjang wedus gembel. Ia ditemukan dalam posisi bersujud.

Mbah Maridjan diangkat menjadi juru kunci Gunung Merapi sejak 1982, oleh Sultan Hamengkubuwono IX.

Sebagai kuncen, ia bertugas memimpin upacara tahunan Labuhan  -- pemberian sesaji pada Merapi.



sumber: vivanews

Kamis, 24 Desember 2009

Hakim yang Sahkan Agus Jadi Dea Harus Tanggung Jawab


Majelis hakim mensahkan pergantian kelamin Agus Wardoyo (30), seorang waria warga Batang, Jawa Tengah menjadi perempuan bernama Dea Wardini. Putusan itu pun menuai kecaman. Hakim harus diperiksa Komisi Yudisial (KY).

"Hakim yang menetapkan putusan tersebut harus bertanggung jawab, bahkan Komisi Yudisial harus memeriksanya" kata Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta Asrorun Niam Soleh dalam surat elektoniknya yang diterima, Kamis (24/12/2009).

Niam menjelaskan, bila pertimbangannya hak asasi manusia bagaimanapun tidak boleh bertentangan dengan kaidah norma-norma yang berlaku di masyarakat. "Putusan Pengadilan Negeri Batang yang mengesahkan praktek penggantian kelamin bertentangan dengan hukum agama dan nilai moral yang berlaku," terangnya.

Doktor bidang hukum Islam ini menjelaskan bahwa tindakan mengganti kelamin adalah haram, memang bisa dibenarkan bila untuk kepentingan pengobatan dan alasan medis. "Misalnya ada bayi terlahir dg kelamin perempuan namun tertutup lobang vaginanya, atau memiliki dua alat kelamin yang salah satunya lebih kuat, maka dalam kondisi seperti ini dibolehkan untuk penyempurnaan," terang pria yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI pusat ini.

Niam juga meminta agar otoritas kedokteran untuk menegakkan kode etik kedokteran, mengingat tindakan itu menurut Niam menyalahi ketentuan agama.
"Kode etik kedokteran tidak mungkin bertentangan dengan ketentuan agama dan norma yang hidup di tengah masyarakat, demikian sebaliknya", pungkasnya.

Sabtu, 19 Desember 2009

Fahri: Buyung Itu Aktivis, Kurang Mengerti Demokrasi


Percekcokan antara anggota Wantimpres Adnan Buyung Nasution dan Menkominfo Tifatul Sembiring di media terkait RPP Penyadapan makin ramai. Wasekjen PKS Fahri Hamzah pun turut berkomentar.

Pria yang pernah mengeluarkan pernyataan kontroversial seputar cicak vs buaya ini, membela Tifatul yang merupakan mantan bosnya di DPP PKS.

"Buyung itu aktivis kurang mengerti demokrasi. Bagus kalau kita ajak berdebat tentang demokrasi," kata Fahri di sela-sela rapat Pansus Angket Bank Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/12/2009).

Menurut Fahri, setiap negara demokrasi, tak terkecuali Indonesia harus menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM). Pengaturan penyadapan lewat RPP, kata Fahri, merupakan salah satu bentuk penghormatan HAM tersebut.

"Karena memang pihak yang gangguin itu memang nggak jelas sih, mereka mau mendukung negara demokratis tetapi menjulurkan otoritarian. Itu kan ngawur. Dalam demokrasi, Anda tidak boleh melanggar HAM," ujarnya.

Tantang Debat Fahri pun menantang adovakat senior itu untuk berdebat soal demokrasi. Menurutnya, kontrol penyadapan dalam sebuah negara demokrasi yang menjunjung tinggi HAM adalah mutlak dilakukan.
"Bagus kalau kita ajak berdebat tentang demokrasi. Dalam demokrasi, otoritarianisme penyadapan harus dikurangi. Kontrol terhadap penyadapan harus tinggi," ujarnya.

Mengenai ucapan Tifatul yang akan mempensiunkan Buyung dari Wantimpres, jelas Fahri, Tifatul hanya berpantun. Fahri meminta pernyataan mantan Presiden PKS itu tidak terlalu dianggap serius.
"Statemen Pak Tifatul selama ini bukan bermakna denotatif, tapi bermakna konotatif. Jadi biarkan saja, memang begitu," pungkasnya.

Kamis, 17 Desember 2009

Ngabalin: 3 Nama Berinisial S-B-Y Harus Bertanggungjawab


Kasus Bank Century terus bergulir bak bola liar. Beberapa nama pun disebut-sebut harus turut bertanggungjawab atas pengucuran bailout Rp 6,7 triliun kepada Bank Century tersebut.

"S untuk Sri Mulyani, B untuk Boediono dan Y untuk Yudhoyono. Jadi S-B-Y!," kata mantan
Anggota DPR Ali Mochtar Ngabalin di sekretariat Bendera, Jl Diponegoro, Jakarta, Rabu (16/12/2009).
Ngabalin menuding, ketiga nama tersebut tidak lain adalah konseptor skandal Bank Century. Ia pun menuntut agar 'SBY' tidak lagi berbohong atas kesalahannya karena menyetujui kucuran dana untuk bank yang sudah bangkrut itu.

"Jangan menutup penipuan dengan kebohongan. Kita tinggal secara formal menunggu pansus menjatuhkan palu membawa rekomendasi ke MK. Untuk menghukum Sri Mulyani, Boediono, dan Yudhoyono," ucapnya berapi-api.

Namun, Ngabalin membantah sikap kerasnya terhadap kasus Bank Century karena dirinya haus jabatan. Ia mengatakan tidak takut dengan segala ancaman yang ditujukan atas sikap kerasnya tersebut. "Kita itu tidak benci SBY, Sri Mulyani, dan Boediono. Yang kita benci itu karena mereka terlibat dalam skandal Bank Century,"

"Saya tidak bermimpi jadi menteri. Saya tidak takut apa ekses atas teriakan saya ini, karena mati hari ini dengan besok sama saja," tutup pria yang sering mengenakan sorban di kepalanya.



sumber: Detikcom

Senin, 14 Desember 2009

Foto Ciuman Raffi Ahmad Beredar


Foto ciuman Raffi Ahmad dan Yuni Shara yang beredar di internet memang benar adanya. Raffi sama sekali tidak menampik tentang foto-foto itu. Malahan dia mengaku apa yang dilakukannya sebagai sebuah kewajaran.

Ditanya soal foto-foto yang menunjukkan dirinya sedang bermesraan dengan Yuni, Raffi sama sekali tidak membantahnya. ""Iya bener itu memang foto gue. Fotonya juga nggak gimana-gimana," terang Raffi yang ditemui di acara DAHSYAT, di studio RCTI, Senin (14/12).

Raffi merasa apa yang dilakukannya sebatas kewajaran sebagai orang yang berpacaran. "Orang ciuman sama pacar sendiri kan nggak pa pa," tambahnya.

Dalam foto-foto yang beredar itu, yang salah satunya diposting di selebritis.infogue.com , terlihat Raffi, yang mengenakan baju biru tua, sedang mencium mesra Yuni. Di lihat dari latar belakang foto tersebut, nampaknya pasangan ini sedang berada di sebuah restoran atau tempat makan umum.




 
sumber: kapanlagi.com

KPK Usut Aliran Dana Century ke Pejabat Terkait


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mengusut dugaan aliran dana ke pejabat yang termasuk dalam klasifikasi penyelenggara negara dan penegak hukum dalam kasus Bank Century. Demikian disampaikan Juru Bicara KPK Johan Budi ketika ditanya wartawan di Jakarta, Senin (14/12).


Untuk mengusut dugaan aliran, kata Johan, KPK akan bekerjasama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Rencananya, KPK bertemu dengan PPATK untuk membahas hal itu. "Mungkin dalam minggu ini," kata Johan seperti diwartakan ANTARA tanpa menyebut secara rinci waktu pertemuan.

Johan tak menyebut secara rinci apa yang dimaksud dengan aliran dana. Dia juga tidak menjelaskan secara rinci penyelenggara negara atau penegak hukum yang dimaksud, karena kasusnya masih dalam penyelidikan.
Tim penyelidik KPK dan tim auditor Badan Pemeriksa Keuangan menyimpulkan ada dugaan penyimpangan dalam kasus Bank Century, menyusul pertemuan kedua tim tersebut di gedung KPK. Kedua instansi mengidentifikasi penyimpangan itu sebagai dugaan tindak pidana perbankan, tindak pidana pencucian uang, tindak pidana korupsi, dan penyimpangan prosedur administratif.

Johan menegaskan, KPK hanya akan menindak jika ada unsur tindak pidana korupsi dalam kasus itu. Sesuai dengan ketentuan dalam Undang-undang, katanya, KPK hanya akan mengusut jika ada unsur penyelenggara negara, penegak hukum, dan kerugian negara.

Lebih jauh Johan menjelaskan, tiga kondisi yang memungkinkan suatu kebijakan diproses hukum oleh KPK, yakni kewajiban itu mengakibatkan kerugian negara, ada suap yang mengiringi kebijakan itu, dan kebijakan itu melanggar hukum. "Semuanya akan kita proses," kata Johan.

sumber: Liputan6

Minggu, 04 Oktober 2009

Setelah Dipukul, Aldi Minta Dilayani Dewi Persik


Kelakuan aktor Aldi Taher memang tak pantas ditiru sebagai seorang suami. Dalam pernikahannya dengan pedangdut Dewi Perssik, dirinya ternyata pernah memukul istrinya itu. Anehnya, usai memukul Dewi, Aldi selalu saja meminta istrinya itu untuk melayaninya di atas ranjang.

"Aku pernah dipukul dua kali. Tapi, setelah mukul dia minta dilayani. Bagaimanapun juga dia tetap suami aku dan aku nggak mau laporkan hal itu ke siapa pun. Kalau aku ngelaporin, orang-orang akan tahu masalah rumah tangga kami. Soalnya, prinsip aku, apapun yang terjadi, bahkan sampai tonjok-tonjokan, keluarga apalagi orang luar tak perlu tahu. Itu pantang buat saya," kata Dewi saat curhat kepada sejumlah wartawan di lokasi syuting di kawan Jakarta Timur, baru-baru ini.

Dewi pun mengaku sakit hati dengan kelakuan suaminya itu. Bahkan bukan hanya dirinya, keluarga besarnya pun merasa kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Aldi.

"Dia bukan hanya sudah menyakiti aku, tapi juga keluarga aku. Itu yang bikin aku muak. Selain main tangan, dia juga sudah melukai dan mengkhianati aku dengan perempuan lain. Aku belum diceraikan, dia udah jalan sama perempuan lain. Makanya, aku ingin sidangnya cepat. Enggak perlu ada bukti dan saksi-saksi," ujarnya.


Baca Berita Lainnya:
1. Surya Paloh Yakin Menang
2. Nokia N900
3. Kondisi Cuaca Indonesia

Rabu, 02 September 2009

Konglomerat Asal Timor Leste Pemicu Keretakan Hubungan KD dan Anang

BukaBerita - Dugaan aroma perselingkuhan dalam rumah tangga diva pop Krisdayanti dengan Anang Hermansyah sedikit memanas. KD, demikian ia biasa disapa, digosipkan menjalin hubungan dengan seorang pengusaha bernama Rahul Lemos yang juga salah satu konglomerat di Timor Leste. Apalagi, beberapa hari ke belakang KD memang mengisi acara peringatan hari Referendum di Timor Leste.

"Selama 4 hari di Timor Leste saya merasa terpenjara karena saya adalah tamu negara. Saya juga mendapatkan pengawalan yang sangat ketat, karena pemerintah mau acara berlangsung dengan sukses. Sampai akhirnya bisa sukses, ini adalah salah satu sponsor yang mendukung dan salah satunya pemilik perusahaan itu ya Rahul," kata KD saat ditemui di kediamannya di Jl Dwijaya 12, Radio Dalam, Jakarta Selatan, Senin (1/9) malam.

Adik kandung artis Yuni Shara itu pun membantah jika hubungan pekerjaan antara dirinya dengan Rahul dinilai sebagai sebuah affair. "Untuk persoalan ini, tolong teman-teman jangan bermain dan hati-hati karena hal ini menyangkut nama baik seseorang. Jadi jangan pernah menyebutkan sesuatu yang tak benar," kata KD dengan nada tegas.

Namun pembelaan KD itu sepertinya hanya sebuah tangkisan. Pasalnya, belum lama, istri Rahul mengakui soal kedekatan KD dan suaminya. Benarkah KD telah berselingkuh? Kita tunggu saja jawabannya.

Baca Berita Lainnya:

Reblog this post [with Zemanta]

Selasa, 01 September 2009

KD Selingkuh, Anang Rahasiakan Selingkuhan KD

BukaBerita - Anang Hermansyah geram dengan Krisdayanti yang disebut-sebut punya selingkuhan. Hal tersebut pun berujung pada perceraian. Namun Anang masih merahasiakan siapa orang ketiga tersebut.

Menurut Anang semua rahasia KD terbongkar karena perkataan anak sulungnya, Aurel. Atas dukungan Aurel pula Anang yakin untuk berpisah dari istri tercintanya tersebut.
"Gue tahu dari ceritanya Aurel tentang kejadian (selingkuh .red) di Bali. Di Hotel Sultan," ujar Anang ditemui di Ruko Plaza Margaguna, Jl Radio Dalam Raya, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2009) malam.
Walau sakit hatinya mengetahui KD berselingkuh, juri 'Indonesian Idol' itu bersikeras tidak membongkar pasangan baru sang istri. Anang pilih diam menunggu waktu yang tepat.
"Sebenarnya udah diingetin sekali, dua kali dan tiga kali untuk jangan main api. Tapi tidak juga berubah," jelas Anang.


Baca Berita Lainnya:
1. Tommy Menang VS Pemerintah Indonesia
2. Mahasiswa Jakarta Segel Kedubes Malaysia
3. Muh. Djibril Resmi Jadi Tersangka

sumber: detikcom

Reblog this post [with Zemanta]

Minggu, 30 Agustus 2009

Lagu Malaysia Diduga Jiplakan

BukaBerita - Solo: Di tengah terusiknya nasionalisme rakyat Indonesia karena tari Pendet diaku sebagai budaya Malaysia, terungkap lagi adanya penjiplakan karya seniman Indonesia oleh Negeri Jiran itu. Tidak tanggung-tanggung, hasil karya seniman Indonesia berupa lagu berjudul Terang Bulan diduga telah dijadikan lagu kebangsaan Malaysia, Negaraku, dengan judul dan syair yang telah diubah.


Lagu Terang Bulan direkam tahun 1956 di Radio Republik Indonesia Jakarta atau setahun sebelum Malaysia merdeka. Rekaman asli lagu itu tersimpan baik di perusahaan rekaman milik pemerintah Lokananta di Solo, Jawa Tengah, sejak 1965. Kemiripan antara Terang Bulan dan Negaraku memunculkan dugaan Malaysia telah menjiplak karya seniman Indonesia.

Dalam catatan arsip Perusahaan Negara Lokananta tidak tertulis jelas nama pencipta lagu Terang Bulan. Pihak Lokananta juga tidak bisa memastikan lagu tersebut telah diberikan Presiden Soekarno pada pemerintah Malaysia karena tidak ada arsip terkait penyerahan tersebut. Karenanya, pihak Lokananta mendesak pemerintah meminta klarifikasi dari Malaysia terkait temuan ini. Selengkapnya saksikan video berita ini [baca: Ternyata Banyak yang "Dipinjam" Malaysia].(ADO)

Baca Berita Lainnya:
1. Hasil Undian Liga Champion 2009-2010
2. Melanie Subono Mengidap Tumor
3. Rhani Hamil?

LinkWithin