Kamis, 20 Januari 2011

Saham-Saham Pilihan Akhir Pekan




BukaBeritaOnline ~ Pelaku pasar sepertinya tetap memburu saham-saham sektor infrastruktur pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat 21 Januari 2011, seiring indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia yang rawan terkoreksi.

"Investor masih memburu saham-saham infrastruktur," kata Robin Setiawan, analis sebuah sekuritas di Jakarta.

Robin mengakui, langkah pemerintah yang sedang giat-giatnya mencanangkan berbagai prasarana dan fasilitas sektor infrastruktur yang belum selesai dan baru akan dibangun seperti berbagai prasarana infrastruktur jalan maupun jembatan bakal memberikan sentimen positif pada saham di sektor tersebut. "Saham emiten yang bergerak di jalan tol maupun pembangunannya tetap menarik," ujarnya.

Infrastruktur lainnya, kata dia, seperti perusahaan yang rajin membangun pembangkit tenaga listik turut menjadi pilihan pelaku pasar di lantai bursa. "Saham-saham antara lain, JSMR (PT Jasa Marga Tbk), META (PT Nusantara Infrastructure Tbk), dan TRUB (PT Truba Alam Manunggal Enggineering Tbk)," tutur Robin.

Seperti diketahui, IHSG di lantai bursa ditutup terkoreksi 80,17 poin atau 2,26 persen ke level 3.454,12 pada transaksi kemarin. Penurunan tajam IHSG tersebut dikontribusi pelemahan sektor komoditas perkebunan maupun tambang, sedangkan sektor infrastruktur tercatat turun 15,05 poin (1,86 persen) di posisi 791.934.

Sementara itu, analis PT Anugerah Securindo Viviet S Putri mengaku pelaku pasar akan mengantisipasi laju saham perbankan terkait rencana Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan. "Pasar masih menunggu, tapi untuk jangka pendek saham bankan tetap menarik," kata dia.

Saham tersebut antara lain, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), Meski indeks sektor perbankan mengalami penurunan kemarin, BMRI ditutup positif pada posisi Rp5.800. Sedangkan BBRI hanya turun ke level Rp4.775.

Sebelumnya, Regional Chartist CIMB Group Nigel Foo mengingatkan IHSG saat ini masuk 3 year cycle peak di tahun 2011, jika tidak ada pembalikan arah (rebound) hingga akhir Januari, indeks akan berbalik arah. Indeks saham gabungan kemarin mengalami koreksi terdalam didorong pelemahan bursa regional. Indeks melemah hingga menyentuh level 3.454,12 merupakan posisi terendah dalam lima bulan terakhir. Seluruh sektor industri Bursa Efek Indonesia juga mengalami penurunan rata-rata dua persen.

Baca Juga:

0 komentar:

Posting Komentar

LinkWithin