Selasa, 18 Agustus 2009

Polisi Terus Memburu Noordin

BukaBerita - Guna mengantisipasi ancaman teroris dan memburu jejak jaringan Noordin M Top, malam ini, Selasa 18 Agustus 2009, sejak pukul 23.00 WIB petugas polisi di Surabaya melakukan razia. 


Sejumlah tempat dijadikan sasaran penggeledahan, di antaranya rumah kos dan sejumlah lokasi yang diduga bisa dipakai persembunyian kelompok teroris.


Di kawasan Surabaya Selatan, razia dilakukan petugas gabungan dari Polsek Gayungan dan Muspika setempat. Salah satunya petugas menggeledah dan memeriksa penghuni rumah kos di kawasan Jalan Dukuh Menanggal, Surabaya. 
Petugas berseragam dan berpakaian preman mengetuk satu demi satu pintu rumah kos. Memeriksa identitas KTP dan kelengkapan lain milik penghuni yang tinggal di rumah kos kelas mewah yang memiliki 48 kamar. 
Razia mendadak yang dilakukan malam ini membuat penghuni dan sejumlah warga termasuk pengguna jalan sempat panik. Mereka juga penasaran dan ingin mengetahui tentang penggeledahan yang dilakukan petugas. 
"Razia malam ini dilakukan mendadak. Tujuannya, selain untuk mengantisipasi masih maraknya ancaman teror. Juga guna mengendus dan mempersempit ruang gerak jaringan teroris pimpinan Noordin M Top," kata Kapolsek Gayungan AKP Herman HF, malam ini di Surabaya. 
Selain memeriksa identitas diri, polisi dengan teliti memeriksa isi kamar atau barang-barang yang dicurigai berbahaya. Polisi mengatakan tidak mau kecolongan dengan keberadaan buronan nomor satu Noordin M Top yang hingga saat ini belum diketahui keberadaannya. 
Selebihnya, polisi juga memasang selebaran berisi foto gembong teroris Noordin M Top di sejumlah tempat. Blangko lapor untuk warga baru, dan stiker wajib lapor 1 X 24 jam bagi tamu. Termasuk beberapa nomor telepon penting milik polisi. 
"Kami berharap masyarakat segera menghubungi nomor ini jika sewaktu-waktu menjumpai orang yang dianggap mencurigakan," ujar Herman. 
Di lain tempat, tepatnya di sepanjang Jalan Raya Demak, Polres Surabaya Utara juga melakukan hal sama. Sejumlah rumah kos dan tempat penginapan digeledah. Satu persatu penyewa kamar diminta menunjukkan KTP dan identitas lain. Tak hanya lelaki, sejumlah wanita juga diminta menunjukkan KTP. Setumpuk stiker bergambar daftar pencarian orang Teroris Noordin M Top kemudian disebar untuk ditempal di berbagai tempat. 
 Baca Berita Lainnya:
sumber: VIVAnews

0 komentar:

Posting Komentar

LinkWithin